Selasa, 30 Juli 2013

PUASA BASMI RACUN TUBUH

Pada masa-masa seperti sekarang ini masyarakat meng­anut gaya hidup hedonisme dan terlalu menuruti nafsu untuk menyantap berbagai makanan. Hal itu merupakan faktor utama yang mengakibatkan terganggunya berbagai proses penting dalam sel tubuh.

Akibatnya, muncullah apa yang disebut dengan penyakit orang modern, seperti obesitas, pengerasan arteri (arterioscle-rosis), hipertensi, trombosis jantung, pembekuan otak, pembe­kuan paru-paru, kanker, serta penyakit-penyakit sensitif dan penurunan kekebalan tubuh.

Berbagai literatur kedokteran menyebutkan, bahwa segala jenis makanan pada masa seka­rang ini diperkirakan mengandung bahan-bahan beracun. Zat-zat ini bercampur pada makanan selama proses pembu­atan maupun pengawetannya.

Misalnya kaldu, zat pewarna, zat antioksidasi, bahan-bahan pengawet, dan bahan-bahan tambahan kimiawi yang bersifat nabati maupun hewani, semisal zat perangsang pertumbuhan, antibiotik, dan zat penyubur, atau derivasi-derivasinya.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya racun yang kita hirup bersama udara, baik dari knalpot kendaraan, gas-gas pabrik, dan racun-racun obat yang semuanya diserap tanpa kontrol. Biang pemicu penyakit orang modern yang terakhir adalah sisa-sisa pembakaran internal di dalam sel yang bere­nang dalam darah.

Misalnya gas karbon dioksida, urea, sel darah, amonia, sulfat, asam urin, dan lain sebagainya. Juga sisa makanan yang tecerna, gas-gas beracun yang berasal dari proses fermentasi, dan pembusukan makanan, semisal andol, sakatol, dan pinol.

Sejumlah literatur ke­dokteran menyebutkan, bahwa liver mampu mengubah seba­gian besar bahan beracun yang sering kali larut dalam lemak menjadi bahan tidak beracun yang larut dalam air, yang di­keluarkan liver melalui sistem pencernaan atau keluar melalui ginjal (dalam bentuk air kencing).

Selama berpuasa, sejumlah besar cadangan lemak yang tersimpan dalam tubuh bergerak menuju liver untuk dilakukan oksidasi dan diolah, serta untuk dikeluarkan racunnya yang sudah larut di dalamnya. Sehingga, racunnya pun akan hilang dan terbuang bersama sekresi-sekresi tubuh lainnya.

Selama puasa, aktivitas sel-sel ini berada pada tingkat ka­pabilitas yang tertinggi untuk melakukan segala tugasnya. Ia pun melahap bakteri-bakteri setelah terlebih dahulu diserang secara ketat oleh zat-zat antibodi.

Karena proses katabolisme di dalam liver selama puasa mengalahkan proses anabolisme dalam asimilasi makanan, maka pada rentang waktu ini kesempatan membuang racun yang menumpuk di dalam sel-sel tubuh pun semakin besar.

Aktivitas sel-sel liver pun kian bertambah dalam menghi­langkan racun berbagai bahan beracun. Dengan demikian, puasa dapat dianggap sebagai kesaksian medis yang menun­jukkan kesehatan sistem-sistem.

Dr Mac Fadon, salah seorang dokter kelas dunia yang me­miliki minat pengkajian terhadap puasa dan pengaruhnya mengatakan, "Semua orang membutuhkan puasa meskipun ia tidak sakit. Karena racun-racun makanan dan obat-obatan sering terakumulasi di dalam tubuh, sehingga akan membuatnya jatuh sakit, dan membebaninya hingga memperlemah aktivitasnya."

Jadi, jika orang melakukan puasa, maka dia akan ter­bebas dari risiko-risiko racun tersebut serta akan merasakan vitalitas dan kekuatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
..........TERBARU..........

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar